DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
  • Jumat, 19 Jul 2024
13 Okt
Selasa, 13 Oktober 2020 | Oleh Web Admin dalam Ekonomi dan Investasi

Prospek Pengembangan Sapi Potong Dengan Pola Integrasi Sawit-Sapi

Pola pengembangan sapi potong dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai pakan sapi mampu mencukupi kebutuhan pakan ternak sampai 70%. Di Jawa pakan ternak bernilai sekitar Rp 3.000. Hasil uji dari pakan seharga Rp 1.300 tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan berat sapi 8 ons perhari. Sebagai perbandingan untuk harga pakan ternak di Bogor sebesar Rp. 3.000 dapat menambah pertumbuhan sapi seberat 1,1 kg. Memang diliat dari petumbuhan beratnya, pakan ternak menggunkan limbah sawit masih kalah beratnya dengan pakan ternak seharga Rp. 3.000,-, namun diliat dari segi ekonomisnya dan pemanfaatannya tentu saja akan lebih hemat menggunakan pakan ternak dari limbah kelapa sawit tersebut.

Proyek pengembangan sapi potong dengan pola integrasi sawit-sapi betujuan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi rumah tangga maupun kuliner yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat serta mendorong pemenuhan pasokan daging untuk daerah lainnya. Saat ini jumlah pelaku usaha pengembangan sapi potong dengan pola integrasi sawit-sapi terdata sebanyak 7 pelaku usaha terdiri dari 2 perusahaan dan 5 kelompok tani yang tersebar di 3 (tiga) kecamatan, Kecamatan Arut Selatan, Kumai, dan Pangkalan Lada. Kabupaten Kotawaringin Barat memberikan kesempatan bagi investor yang berminat untuk mendirikan bangunan proyek tersebut, dan lokasi untuk mpengembangan sapi potong dengan pola integrasi sawit-sapi diarahkan ke wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama, Pangkalan Banteng dan Arut Utara.